semua tentang ibu hamil

Keputihan Saat Hamil Muda Penyebab Dan Cara Mengatasinya

loading...

loading...
Untuk wanita sehat, mengalami keputihan sebelum datangnya haid mungkin sesuatu yang wajar, tetapi bagaimana kalau keputihan itu terjadi saat seorang wanita hamil muda. Sebenarnya keputihan itu sangat wajar dialami oleh ibu hamil. 

Dan keputihan sendiri bukan sesuatu yag membahayakan karena disebabkan oleh kelembapan alat reproduksi wanita yang semakin meningkat. Perubahan fisik dan non-fisik yang dialami wanita hamil juga menjadi salah satu pemicu terjadinya peningkatan cairan reproduksi (keputihan). Kondisi ini karena adanya perubahan hormon estrogen yang meningkat ketika seorang wanita sedang dalam masa hamil. 
Keputihan Saat Hamil Muda Penyebab Dan Cara Mengatasinya
Keputihan atau flour albus ada 2 macam, keputihan normal dan keputihan tidak normal. Macam-macam keputihan :

1. Berupa cairan putih dan tidak berbau
Ketika anda mengalami keputihan sebagai tanda awal kehamilan, maka lendir yang keluar adalah cairan berwarna putih yang tidak mengeluarkan bau. Keputihan ini wajar saja terjadi akibat perubahan hormon estrogen. Keputihan yang terjadi tidak menyebabkan gatal atau iritasi di sekitar area alat reproduksi. Keputihan ini berfungsi untuk menghindari area sekitar alat reproduksi agar tidak kering dan terasa gatal. Produksi cairan keputihan sendiri akan meningkat seiring dengan usia kehamilan.

2. Cairan putih agak keabu-abuan
Jika anda mengeluarkan cairan keputihan yang sedikit berwarna abu-abu maka anda harus waspada. Keputihan ini terjadi karena adanya sekresi hormon yang menyebabkan kelebihan bakteri di sekitar area alat reproduksi kondisi ini akan menimbulkan iritasi dan rasa gatal. Biasanya cairan keputihan yang berwarna sedikit abu-abu keluar saat sedang buang air kecil. Konsultasikan dengan dokter apabila terjadi keputihan seperti ini, agar bakteri tidak masuk ke dalam saluran kelahiran dan rumah janin.

3. Cairan putih kekuningan 
Jika anda mengeluarkan cairan putih kekuningan maka area alat reproduksi telah ditumbuhi jamur. Saat sedang hamil adanya produksi estrogen dan progesteron akan meningkat sehingga jamur akan semakin lama menetap. Jika seorang wanita ditumbuhi jamur di area kewanitaannya maka akan terjadi pembengkakan dan rasa sakit seperti terbakar saat sedang buang air kecil. Bagi anda yang merasa terkena gejala seperti ini segeralah konsultasikan diri anda ke dokter.

4. Cairan keputihan berbusa dan berwarna
Bagi wanita hamil yang mengalami keputihan dengan ciri berbusa, berbau busuk, dan berwarna kuning kehijauan maka itu bisa dikatakan sebagai keputihan yang tidak wajar. Kondisi ini disebabkan karena parasit Trichomonas vaginalis. Segera konsultasikan ke dokter sehingga tidak mengganggu kenyamanan selama kehamilan.

Bagi para ibu hamil yang harus diperhatikan ketika mengalami keputihan adalah :

1. Produksi lendir pada ibu hamil meningkat karena hormon estrogen. Di atas sudah disebutkan bagaimana lendir yang normal dan tidak normal. Lendir yang normal tidak berwana, tidak berbau, tidak berbusa dan tidak menimbulkan rasa gatal.

2. Adanya felek atau bercak-bercak yang menandai awal kehamilan. Hal ini terjadi pada saat implantasi janin yang menempel pada dinding rahim.

3. Perhatikan tekstur keputihan yang dikeluarkan oleh alat reproduksi anda, karena di beberapa kasus ada yang keputihan mengeluarkan cairan yang kental menyerupai keju berwarna kuning kehijauan dengan bau amis. Keputihan yang seperti ini akan menyebabkan ibu hamil sakit perut atau kram perut. Hal ini berarti anda harus segera pergi ke dokter karena keputihan tersebut dapat mengancam anda dan janin yang ada di dalam kandungan.

4. Meskipun anda sudah tau perbedaan antara lendir keputihan yang normal dan tidak normal, tetapi untuk lebih baiknya sebaiknya anda memperiksakan dan konsultasikan hal tersebut dengan dokter kandungan.

Solusi untuk mengatasi keputihan pada awal kehamilan adalah sebagai berikut :
  1. Selalu jaga kebersihan organ reproduksi anda setelah buang air kecil dan buang air besar. Basuh organ reproduksi dengan benar, yakni dari arah depan ke belakang.
  2. Jangan menggunakan pakaian dalam yang ketat dan berbahan sintetis karena akan menyebabkan anda berkeringat dan memicu bakteri penyebab iritasi.
  3. Minimalisir berendam dalam air hangat yang menyebabkan bakteri penyebab keputihan berkembang dalam keadaan yang hangat.
  4. Kurangi konsumsi makanan manis dan yang mengandung kafein karena dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab keputihan.
Demikian materi tentang keputihan pada saat awal kehamilan. Keputihan itu tidak berbahaya jika cairannya berwarna bening, tidak berbau, tidak berbusa, dan tidak menimbulkan gatal. Kenali macam-macam keputihan, sehingga jika anda merasa mengalami masalah dengan keputihan anda dapat segera memeriksakannya ke dokter.

loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Keputihan Saat Hamil Muda Penyebab Dan Cara Mengatasinya

0 komentar: